Select language : EN | BH
Hubungi kami di
Gleneagles Hospital
Hubungi kami di
Mount Elizabeth Orchard
Mount Elizabeth Orchard
Gleneagles Hospital

Prosedur Whipple, juga dikenal dengan nama pancreatoduodenectomy, adalah prosedur bedah untuk mengobati pasien yang didiagnosis kanker pankreas. Langkah ini ditujukan untuk pasien dengan gangguan pankreas jinak tertentu, termasuk pankreatitis kronis.

Prosedur ini meliputi penghilangan kepala pankreas, bagian dari duodenum; yang merupakan bagian paling atas dari usus kecil, sebagian kecil dari pylorus, kandung empedu, dan kelenjar getah bening di dekat kepala pankreas.

Sejumlah studi klinis menunjukkan keberhasilan metode ini, sehingga kelangsungan hidup pasien menjadi lebih baik. Bahkan jauh lebih baik dibandingkan pasien yang melakukan kemoterapi atau radioterapi saja. Sayangnya, walau berpotensi menjadi pengobatan yang kuratif, tidak semua pasien cocok untuk menjalani prosedur ini.

Rincian Prosedur Whipple

Dimulai dengan penghilangan kepala pankreas, dilanjutkan dengan penyingkiran bagian dari usus kecil, kandung empedu, saluran empedu, dan bagian perut. Selanjutnya, ahli bedah mengembalikan kembali seluruh bagian yang tersisa dari pankreas dan organ pencernaan—dalam rangka memfasilitasi pemulihan aktivitas normal sistem pencernaan.

Prosedur Whipple Terbuka

Secara umum, prosedur Whipple terbuka, dimulai dengan membuat sayatan melintang dibuat pada perut, dan rongga perut dan kemudian dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk melihat tanda-tanda metastasis. Jika kanker telah menyebar ke organ perut lainnya atau menyerang pembuluh darah besar, pasien dapat dirujuk ke ahli bedah kanker hati untuk evaluasi lebih lanjut.

Tetapi jika tidak menyebar ke organ lain, spesialis bedah akan mengangkat kepala pankreas, bagian pertama dari usus kecil (duodenum), bagian bawah perut, kantung empedu dan saluran empedu. Biasanya, kelenjar getah bening di sekitarnya akan diangkat untuk mengevaluasi kondisi penyakit secara memadai. Pada kasus-kasus tertentu mungkin memerlukan rekonstruksi pembuluh darah besar jika tumornya dekat dengan pembuluh darah, atau jika tumor telah menyerang pembuluh darah.

Setelah pengangkatan tumor pankreas, rekonstruksi akan diperlukan. Ini melibatkan penyambungan kembali bagian perut, pankreas, dan usus yang tersisa untuk rekonstruksi proses pencernaan.

Operasi Laparoskopik Whipple

Operasi Laparoskopik Whipple dapat ditawarkan kepada beberapa individu, di mana organ diakses dan dihilangkan melalui beberapa sayatan kecil di perut dengan bantuan monitor dan kamera.

Dibandingkan dengan bedah terbuka tradisional, metode ini menghasilkan sayatan yang lebih kecil dan lebih sedikit rasa sakit. Namun, prosesnya membutuhkan beberapa jam, mirip dengan operasi Whipple terbuka.

Penanganan Pasca Operasi Whipple

Setelah operasi, pasien akan dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dan akan tinggal di rumah sakit selama satu atau dua minggu untuk pengamatan lebih lanjut dan untuk memantau perkembangan. Ketika pasien berangsur pulih, mereka akan disarankan untuk minum dan makan makanan ringan. Setelah 1 hingga 2 minggu, kebanyakan pasien dapat makan dengan normal. Biasanya, sebagian besar pasien akan disarankan untuk mengambil jumlah yang lebih sedikit dan lebih sering makan dalam beberapa minggu awal pemulihan mereka setelah operasi Whipple. Kontrol nyeri penting untuk pemulihan pasca operasi dan biasanya dilakukan dengan anestesi epidural atau analgesia yang diberikan ke pasien.

Kebanyakan pasien sudah bisa duduk di tempat tidur setelah 1-2 hari operasi. Alat monitoring perlahan dilepaskan berdasarkan perkembangan pasien yang dimonitor di rumah perawatan. Pemulihan maksimal memerlukan setidaknya 1 bulan sebelum kembali bekerja.

Siapa yang Cocok Menjalani Prosedur Whipple?

Sel-sel kanker pankreas dapat menyebar dengan cepat ke tubuh pasien. Hal ini disebabkan pankreas dikelilingi banyak organ vital, jaringan pembuluh darah, dan jaringan pankreas itu sendiri. Saat kanker telah menyebar, amatlah sulit mengharapkan prosedur Whipple sebagai solusi yang kuratif. Inilah alasan yang menyebabkan tidak semua pasien kanker pankreas bisa menjalaninya. Prosedur ini hanya terbatas untuk pasien yang belum mengalami penyebaran sel kanker. Masih terbatas pada kepala pankreas saja.

Komplikasi Terkait Prosedur Whipple

Layaknya setiap prosedur bedah, komplikasi dapat terjadi pada prosedur Whipple.

Berikut adalah daftar komplikasi yang mungkin dialami pasien:

  • Pendarahan
  • Fistula pankreas dengan kebocoran dari pankreas
  • Infeksi luka atau penyembuhan luka yang lambat
  • Gangguan kontrol gula atau diabetes—akibat dari penghapusan kepala pankreas
  • Nyeri luka
  • Penurunan berat badan (sebagian besar pasien akan kehilangan 10-15% dari berat badan mereka usai operasi)
  • Masalah pencernaan, seperti: diare, gangguan proses pencernaan, dan sulit buang air besar

Bila Anda baru saja didiagnosis kanker pankreas, prosedur Whipple bisa menjadi jalan keluar yang tepat. Segera jumpai dan konsultasikan langkah ini dengan dokter bedah Anda.

Dr Victor Lee Tswen Wen

Senior Consultant Surgeon
MBBS (Singapura), FRCS (Edinburgh), MMed (Bedah), MSc (Bioinformatika),
FAMS (Bedah Umum)

Dr Victor Lee adalah dokter bedah yang berpraktik di Rumah Sakit Gleneagles Singapura dan Rumah Sakit Farrer Park. Spesialisasinya meliputi operasi besar organ hati, kandung empedu, saluran empedu dan pankreas. Dia juga menguasai teknik invasive minimal seperti laparoskopi untuk kantong empedu, operasi hernia dan juga teknik microwave ablasi untuk pasien yang tidak cocok untuk operasi terbuka.

Perawatan untuk kondisi hepatobilier,yang mempengaruhi hati dan kantong empedu,merupakan penanganan kompleks dan membutuhkan keahlian khusus untuk menangani secara efektif.

Untuk konsultasi atau mendapatkan penanganan, silahkan hubungi klinik kami di 6737 8878 atau kirim pesan kepada kami di sini.
Kesehatan anda adalah prioritas kami dan kami akan segera menghubungi Anda.

Top