Select language : EN | BH
Hubungi kami di
Gleneagles Hospital
Hubungi kami di
Mount Elizabeth Orchard
Mount Elizabeth Orchard
Gleneagles Hospital

Hingga kini, transplantasi hati adalah satu-satunya metode efektif untuk mengatasi penyakit dan gagal hati stadium akhir. Obat-obatan dapat membantu untuk mengurangi gejala yang terjadi pada tiap stadium gagal hati kronis, tapi obat-obatan tidak dapat menyembuhkan gagal hati jika kerusakannya sudah sangat parah.

Bedah transplantasi hati disarankan bagi pasien dengan penyakit hati stadium akhir atau gagal hati, dan pasien tertentu dengan kanker hati. Selama bedah transplantasi hati, kerusakan pada hati seluruhnya diangkat untuk kemudian digantikan dengan hati yang sehat atau sebagiannya yang diambil dari donor yang masih hidup atau telah mati.

Siapa yang memerlukan bedah transplantasi hati?

Pasien yang menderita gagal hati atau kanker hati dapat diatasi dengan bedah transplantasi hati.

Gagal hati akut
Bedah transplantasi hati dinyatakan sebagai pengobatan yang dapat menyelamatkan nyawa untuk pasien dengan gagal hati akut. Hal ini dikarenakan tanda dan gejala yang mengancam nyawa pasien berkembang dengan cepat pada kondisi ini, seperti ensefalopati (koma) dan penyakit kuning.

Gagal Hati Kronis
Bedah transplantasi hati sangat membantu bagi pasien dengan gagal hati kronis. Meskipun demikian, tidak seperti pasien dengan gagal hati akut, pasien dengan gagal hati kronis biasanya dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, karena gagal hati kronis merupakan hasil dari sirosis hati yang disebabkan oleh kerusakan hati yang terus menerus. Karena hal ini, pasien dengan gagal hati kronis kurang diprioritaskan dalam daftar tunggu donor hati dibandingkan dengan pasien gagal hati akut.

Kanker hati
Pasien dengan kanker hati tertentu dapat ditolong dengan transplantasi hati. Kandidat terbaik untuk transplantasi adalah penderita kanker hati dengan ukuran kurang dari 5 cm, tidak lebih dari 3 nodul, dan belum menginfeksi pembuluh darah.

Tetapi, tidak semua pasien bisa melakukan bedah transplantasi hati.

Pasien yang melakukan bedah transplantasi hati umumnya dapat mengalami beberapa komplikasi, termasuk:

  • Komplikasi pasca operasi, seperti pendarahan, empedu bocor, penggumpalan cairan
  • Penolakan tubuh terhadap transplantasi hati
  • Infeksi

Pasien bedah transplantasi hati harus meminum obat imunosupresi untuk mencegah penolakan transplantasi hati. Pasien juga harus meminum obat anti mikroba yang dapat membantu mencegah infeksi yang dapat terjadi jika sistem imun terganggu.

Umumnya, pasien dapat melakukan bedah transplantasi hati jika status kesehatannya dapat menangani efek samping yang disebutkan sebelumnya (jika terjadi). Selain itu, menurut Universitas California, San Fransisco, hal dibawah ini adalah beberapa contoh pasien yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan bedah transplantasi hati.

  1. Pasien dengan kanker hati yang telah menyebar ke organ lain.
  2. Pasien yang tidak terlalu mendapat manfaat dari operasi, seperti pasien yang memiliki penyakit berat dan tidak dapat disembuhkan yang membuat harapan hidup pasien berkurang dalam jangka pendek.
  3. Hipertensi pulmonal berat
  4. Pasien yang menyalahgunakan obat-obatan yang dapat menyebabkan gagal hati, seperti alkohol dan obat-obatan tertentu.
  5. Pasien dengan penyakit kejiwaan berat dengan gejala yang tidak terkendali yang dapat menghalangi pasien dalam memahami dan mengikuti saran medis dari dokter terkait perawatan pasca operasi.

Tingkat kelangsungan hidup transplantasi hati

Tingkat kelangsungan hidup transplantasi hati umumya tergantung dengan kondisi kesehatan pasien dan hati yang ditransplantasi. Harapan hidupnya sekitar 70% akan hidup sampai 5 tahun kedepan atau lebih. Ini berarti tingkat kelangsungan hidup transplantasi hati adalah 70 pasien dari 100 pasien. Sedangkan, 30 pasien lainnya kemungkinan tidak dapat hidup lebih dari 5 tahun.

Komplikasi Bedah Transplantasi

Komplikasi dari bedah transplantasi hati terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dapat terjadi selama dan/atau setelah operasi, hal ini termasuk pendarahan, penolakan dari transplantasi hati, kemungkinan tinggi terjadi pembekuan darah, dan infeksi bakteri. Komplikasi lain yang mungkin terjadi setelah operasi adalah transplantasi liver yang sehat mungkin tidak dapat berfungsi dengan baik.

Kelompok komplikasi kedua yang dapat timbul dari bedah transplantasi hati, yaitu diare, diabetes, dan osteoporosis yang merupakan efek samping dari pemberian obat-obatan anti penolakan organ yang ditransplantasi.

Pastikan untuk mendiskusikan pilihan terkait transplantasi hati dengan dokter Anda. Pasien-pasien dengan penyakit hati stadium akhir atau kanker hati dapat menjadi kandidat transplantasi hati yang sesuai.

Dr Victor Lee Tswen Wen

Senior Consultant Surgeon
MBBS (Singapura), FRCS (Edinburgh), MMed (Bedah), MSc (Bioinformatika),
FAMS (Bedah Umum)

Dr Victor Lee adalah dokter bedah yang berpraktik di Rumah Sakit Gleneagles Singapura dan Rumah Sakit Farrer Park. Spesialisasinya meliputi operasi besar organ hati, kandung empedu, saluran empedu dan pankreas. Dia juga menguasai teknik invasive minimal seperti laparoskopi untuk kantong empedu, operasi hernia dan juga teknik microwave ablasi untuk pasien yang tidak cocok untuk operasi terbuka.

Perawatan untuk kondisi hepatobilier,yang mempengaruhi hati dan kantong empedu,merupakan penanganan kompleks dan membutuhkan keahlian khusus untuk menangani secara efektif.

Untuk konsultasi atau mendapatkan penanganan, silahkan hubungi klinik kami di 6737 8878 atau kirim pesan kepada kami di sini.
Kesehatan anda adalah prioritas kami dan kami akan segera menghubungi Anda.

Top