Select language : EN | BH
Hubungi kami di
Gleneagles Hospital
Hubungi kami di
Mount Elizabeth Orchard
Mount Elizabeth Orchard
Gleneagles Hospital

Pada mayoritas kasus, ketika kondisinya cocok, dokter kerap merekomendasikan tindakan operasi untuk penderita kanker hati. Kenapa? Karena pengobatan ini terbukti paling efektif menyembuhkan, secara langsung menyingkirkan bagian-bagian reseksi atau hepatectomy sesuai kebutuhan.

Mengapa tindakan operasi tidak cocok untuk semua kasus?

Prinsipnya, operasi ditujukan untuk menghilangkan kanker dari organ liver. Tapi, untuk stadium lanjut, hal ini tidak mungkin dilakukan karena kanker telah menyebark ke jaringan atau organ lain. Sehingga tindakan operasi tidak lagi efektif, berbeda saat kanker masih terlokalisir di organ hati saja.

Kenapa tindakan operasi perlu dipertimbangkan?

Ada banyak risiko yang diambil jika tidak melakukan operasi. Selain penyebaran penyakit, fungsi organ hati akan terganggu, contohnya mengalami sirosis. Padahal, organ ini termasuk vital, yang perannya tidak bisa digantikan oleh organ lain. Oleh karenanya, ahli bedah perlu segera menilai kondisi hati pasien, menganalisis: apakah fungsi vitalnya masih dapat diandalkan pasca pelaksanaan operasi atau tidak.

Pengobatan kanker hati sangat dipengaruhi dari tingkatan stadium. Kondisi tersebut terkategori menjadi 4 stadium, antara lain:

Stadium 1

Tumor ditemukan di hati.

Stadium 2

Tumor telah menyebar ke saluran darah atau ada beberapa tumor di organ tubuh, rata-rata berukuran kurang dari 5 cm.

Stadium 3

Ada beberapa tumor berukuran lebih dari 5 cm, atau kanker sudah menyebar ke dalam saluran darah utama, atau menyebar ke organ lain atau telah menggerogoti bagian besar hati.

Stadium 4

Kanker hati telah menyebar ke kelenjar getah bening dan sekitarnya, atau bermetastasis dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Uji lab atau tes diagnose dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahu jumlah, ukuran, lokasi dan penyebaran kanker. Setelah tes diagnosa dilakukan, perencanaan perawatan disesuaikan dengan kesiapan pasien. Perawatan kanker hati yang paling umum adalah:

Hepatektomi

Di stadium awal, jika tumor masih berukuran kecil dan menyebar sedikit di daerah hati, bagian tersebut bisa dibuang dengan cara operasi. Hepatektomi hanya untuk pasien sehat dimana hati berfungsi maksimal. Bagi yang menderita Khirosis, atau pasien dengan kondisi kanker telah menyebar luas, opsi ini bukan pilihan mengingat resiko yang tinggi pendarahan atau infeksi. Operasi yang bisa dilakukan adalah operasi terbuka atau operasi hati laparoskopik.

Transplantasi Hati

Cara ini adalah membuang hati yang sakit dan digantikan dengan hati yan sehat yang didapat dari donor. Metode ini ideal untuk kasus tumor yang berukuran kurang 5 cm, atau beberapa tumor tidak lebih dari 3 cm. Cara ini tidak sesuai dengan stadium lanjut, karena kanker sudah menyebar ke organ lain.

Atau, ketika kanker telah mencapai stadium akhir, yang tidak dapat disembuhkan, pilihan pengobatan adalah mengatasi gejala, meringankan dan memperlambat pertumbuhan tumor. Ini termasuk radiasi dan terapi obat, perawatan paliatif dan uji klinis. Spealis bedah kanker hati dapat membantu dalam menentukan perawatan yang paling tepat berdasarkan gejala dan kesehatan pasien secara holistik.

Pilihan Operasi Kanker Hati

Secara umum, ada dua pilihan, yakni operasi terbuka atau bedah laparoskopi.

Operasi Terbuka
Operasi ini bertujuan menghilangkan tumor hati dan kista dengan membuat sayatan besar di perut (dikenal dengan istilah chevron), yang panjangnya sekitar 15 – 18 inchi.

Bedah Laparoskopi
Dikenal pula nama operasi “Keyhole” laparoskopi adalah pilihan favorit saat kondisinya memungkinkan. Selain efektif menghilangkan tumor hati dan kista yang terletak di permukaan hati dan meninggalkan segmen lateral (lateral yang segmentectomy), bedah jenis ini tidak meninggalkan luka besar di perut. Pasien lebih cepat pulih, lebih cepat pulang ke rumah.

Dengan laparoskopi, dua prosedur lainnya juga dapat dilakukan, yaitu: radiofrequency ablation dan microwave ablation.

  • Radiofrequency ablation
    Radiofrequency ablation adalah tindakan menggunakan arus listrik untuk membunuh sel-sel kanker. Secara klinis, hasilnya mirip dengan reseksi bedah untuk tumor yang besarnya kurang dari 3 cm.
  • Microwave ablation
    Sedangkan microwave ablation memanfaatkan energi gelombang mikro untuk ablasi tumor. Teknik ini mampu mengatasi tumor yang lebih besar (mencapai 6 cm), prosedurnya lebih cepat, dan bisa diterapkan pada tumor yang terletak di sebelah pembuluh darah utama tanpa efek heat sink.

Pemulihan Pasien Bedah Kanker Hati

Pasca operasi, organ hati—secara alami—akan melakukan regenerasi untuk kembali berfungsi normal. Lamanya pemulihan bergantung dari seberapa banyak bagian dari organ yang dihilangkan, kemungkinan komplikasi, atau kambuh lagi di masa mendatang. Pasien dengan sirosis hati mungkin beresiko mengalami gagal hati setelah operasi, jika sebelum operasi ditemukan kurangnya fungsi residual hati.

Dapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk kanker hati. Konsultasikan dengan ahli bedah hati berpengalaman, sekarang juga!

Dr Victor Lee Tswen Wen

Senior Consultant Surgeon
MBBS (Singapura), FRCS (Edinburgh), MMed (Bedah), MSc (Bioinformatika),
FAMS (Bedah Umum)

Dr Victor Lee adalah dokter bedah yang berpraktik di Rumah Sakit Gleneagles Singapura dan Rumah Sakit Farrer Park. Spesialisasinya meliputi operasi besar organ hati, kandung empedu, saluran empedu dan pankreas. Dia juga menguasai teknik invasive minimal seperti laparoskopi untuk kantong empedu, operasi hernia dan juga teknik microwave ablasi untuk pasien yang tidak cocok untuk operasi terbuka.

Perawatan untuk kondisi hepatobilier,yang mempengaruhi hati dan kantong empedu,merupakan penanganan kompleks dan membutuhkan keahlian khusus untuk menangani secara efektif.

Untuk konsultasi atau mendapatkan penanganan, silahkan hubungi klinik kami di 6737 8878 atau kirim pesan kepada kami di sini.
Kesehatan anda adalah prioritas kami dan kami akan segera menghubungi Anda.

Top