Select language : EN | BH
Hubungi kami di
Gleneagles Hospital
Hubungi kami di
Mount Elizabeth Orchard
Mount Elizabeth Orchard
Gleneagles Hospital

Kantung empedu adalah organ yang terletak tepat di bawah hati Anda, di sisi kanan atas perut. Jika Anda mengalami nyeri mendadak di bagian atas atau kanan perut, segera berkonsultasilah dengan dokter untuk memeriksa apakah Anda menderita batu empedu atau cholelithiasis.

Batu empedu, atau cholelithiasis, adalah deposito empedu yang membatu (mengeras) dalam kandung empedu. Kandung empedu ini terletak tepat di bawah organ hati, yakni di sebelah kanan atas perut. Empedu sendiri adalah cairan pencernaan yang disintesis oleh hati, dilepaskan ke usus kecil untuk mencerna lemak.

Batu empedu dapat berukuran butiran pasir hingga sebesar bola golf. Pasien bisa memiliki satu atau beberapa batu sekaligus. Pada beberapa kasus, ada yang merasakan sakit, ada juga yang tidak. Jumlah bukan penentu rasa sakit ini muncul atau tidak.

Bagaimana Batu Empedu Terbentuk?

Belum bisa dipastikan. Meski begitu, para ilmuwan menduga batu empedu terbentuk karena sejumlah hal:

  1. Kadar kolesterol tinggi. Umumnya, kolesterol yang disekresi hati akan dicerna empedu. Namun, bila kolesterol terlalu banyak, empedu tidak mampu mencernanya, lalu membuangnya ke kandung empedu. Kolesterol yang tidak berhasil dicerna inilah yang menjadi batu empedu.
  2. Kadar bilirubin tinggi. Hal ini bisa terjadi bila sel-sel darah merah rusak secara cepat—sebagaimana kerusakan pada kelainan darah atau infeksi saluran empedu.
  3. Ketidakmampuan kandung empedu untuk mengosongkan diri, sehingga empedu menjadi pekat, lalu mengeras jadi batu.

Biasanya, ada tiga jenis batu empedu. Untuk kawasan Asia, batu empedu terbuat dari bilirubin, berpigmen gelap, coklat atau hitam. Sedangkan untuk kawasan Barat, batu empedunya berwarna kuning dan terbuat dari kolesterol. Sedangkan jenis batu empedu ketiga adalah perpaduan batu berpigmen dan kolesterol.

Gejala Umum Batu Empedu?

Mayoritas penderita batu empedu tidak menunjukkan gejala. Meski begitu, ada juga penderita yang merasakan sakit. Lamanya rasa sakit bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam.

Gejalanya antara lain:

  • Perut kembung. Biasanya terasa setelah makan atau di malam hari
  • Rasa sakit tiba-tiba di bagian kanan atas perut
  • Rasa sakit tiba-tiba di daerah epigastrium atau pusat perut Anda, yakni di bawah tulang dada
  • Sakit dari perut menuju ke punggung
  • Nyeri di bahu kanan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut yang parah, demam, atau sakit kuning dapat menandakan komplikasi yang timbul dari batu empedu

Diagnosis Batu Empedu?

The following methods are utilized by your doctor to diagnose gallstones:

  • Ultrasound. Tujuannya adalah memvisualisasi batu empedu, menemukan lokasi dan jumlahnya
  • CT scan atau MRI. Digunakan untuk menghilangkan penyebab lain sakit perut, juga sebagai teknik diagnosis penyakit batu empedu yang rumit
  • Tes darah bisa untuk menentukan infeksi bersamaan, obstruksi, pankreatitis, dan penyakit kuning
  • Endoscopic ultrasound (EUS). Dengan endoskop yang dimasukkan ke dalam perut dan duodenum (bagian pertama dari usus), teknik ini dapat menemukan batu-batu di saluran empedu
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Dapat menghilangkan batu di saluran empedu setelah keberadaannya dipastikan

Bagaimana Menyembuhkan Batu Empedu?

Pengobatan batu empedu tergantung pada apa yang dialami pasien. Jika Anda tidak merasakan apa pun, tapi batu empedu ditemukan menggunakan USG, Anda tidak memerlukan operasi apa pun. Akan tetapi, tindakan pengangkatan kandung empedu—dikenal sebagai kolesistektomi—diperlukan bila pasien menderita anemia hemolitik atau memiliki risiko terkena kanker kandung empedu.

Jika Anda mengalami rasa sakit, dokter umumnya menyarankan operasi kolesistektomi. Anda dapat tetap hidup tanpa kantong empedu karena fungsinya hanya menyimpan empedu—bukan termasuk fungsi vital. Organ hatilah yang menghasilkan empedu—yang akan dialirkan langsung ke usus kecil Anda.

Pasien dapat melakukan operasi sesuai jadwal pribadi. Kolesistektomi hampir selalu dilakukan sebagai prosedur laparoskopi (teknik bedah lubang kunci). Umumnya operasi ini membutuhkan sehari atau menginap semalam di rumah sakit. Sedangkan operasi terbuka dengan sayatan panjang digunakan untuk kasus-kasus yang rumit, dan membutuhkan waktu rawat yang lebih lama di rumah sakit.

Komplikasi batu empedu, lazimnya, diperlakukan sebagai kasus darurat. Di antara komplikasi yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Obstruksi saluran empedu dan kolangitis – Batu empedu telah menyumbat saluran empedu—yakni saluran yang mengosongkan empedu ke duodenum. Hal ini mengakibatkan sakit yang luar biasa. Terlepas dari sumbatan, saluran empedu juga dapat mengalami peradangan yang disebut (kolangitis). Dokter akan memberikan Anda antibiotik intravena. Obstruksi biasanya hilang dengan endoskopi (ERCP). Setelah kondisi Anda stabil, barulah kantong empedu diangkat.
  • Batu empedu akut pankreatitis – Pankreatitis akut dapat menyebabkan sakit perut tiba-tiba. Bahkan, bila rasa sakitnya parah, dapat berujung pada kematian. Bila gejala pankreatitis telah mereda, pengangkatan kandung empedu, dengan teknik laparoskopi, direkomendasikan agar tidak terulang kembali.
  • Kolesistitis akut – Infeksi dalam kandung empedu dapat mengakibatkan demam dan sakit pada bagian kanan perut. Pada pasien diabetes, gangren dari dinding kandung empedu dapat berkembang cepat bila tak diobati segera. Pengangkatan kantong empedu dengan metode laparoskopi disarankan untuk menangani masalah ini.

Sejauh ini, belum ditemukan obat yang bisa melarutkan batu empedu. Kolesterol batu mungkin dapat merespon terapi peleburan, tapi butuh waktu yang tidak sedikit. Batu empedu pun bisa kembali terbentuk bila pengobatan dihentikan.

Tindakan Pencegahan?

Anda dapat mengurangi risiko pembentukan batu empedu dengan makan diet sehat. Tapi jangan melakukan crash diet atau penurunkan berat badan terlalu cepat karena justru meningkatkan risiko terkena batu empedu. Selain itu, obesitas juga dikaitkan dengan pembentukan batu empedu.

Jika Anda mengalami masalah kandung empedu, mintalah saran dokter segera. Jangan menunda hingga terjadi komplikasi. Tindakan ini lebih baik dibandingkan Anda merasakan rasa sakit lebih banyak di masa mendatang.

Dr Victor Lee Tswen Wen

Senior Consultant Surgeon
MBBS (Singapura), FRCS (Edinburgh), MMed (Bedah), MSc (Bioinformatika),
FAMS (Bedah Umum)

Dr Victor Lee adalah dokter bedah yang berpraktik di Rumah Sakit Gleneagles Singapura dan Rumah Sakit Farrer Park. Spesialisasinya meliputi operasi besar organ hati, kandung empedu, saluran empedu dan pankreas. Dia juga menguasai teknik invasive minimal seperti laparoskopi untuk kantong empedu, operasi hernia dan juga teknik microwave ablasi untuk pasien yang tidak cocok untuk operasi terbuka.

Perawatan untuk kondisi hepatobilier,yang mempengaruhi hati dan kantong empedu,merupakan penanganan kompleks dan membutuhkan keahlian khusus untuk menangani secara efektif.

Untuk konsultasi atau mendapatkan penanganan, silahkan hubungi klinik kami di 6737 8878 atau kirim pesan kepada kami di sini.
Kesehatan anda adalah prioritas kami dan kami akan segera menghubungi Anda.

Top